Selasa, 17 Februari 2015

Tahukah Anda, Hasil Penambangan Bitcoin Di China Bernilai Jutaan Dollar ??

bitcoiner china 
 
Dari yang kita bisa lihat secara realita, China merupakan negara yang agresif selalu ingin terdepan dalam hal apapun. Terlepas dari barang duplikat, yang bahkan kalau dia mau. Bisa saja cobek yang terbuat dari batu, yang kita temukan di dapur kita, dia duplikat juga.. (tapi bentuknya plastik). :mrgreen:
Namun bukan itu yang akan kita bahas kali ini. Mengutip dari Sebuah situs Motherboard. Dimana, mereka secara ekslusif mendokumentasikan sebuah rahasia tentang pertambangan Bitcoin di China yang berlokasi di provinsi Liaoning, China Utara.
Faktanya, tempat penambangan Bitcoin yang mereka kunjungi merupakan salah satu dari enam situs yang dimiliki oleh kelompok rahasia yang terdiri dari empat orang, bagian dari operasi pertambangan kolosal itu, setidaknya menghasilkan 4.050 Bitcoin pada bulan Oktober lalu, atau setara dengan gross bulanan sebesar 19 Milyar rupiah.
Meskipun terlihat begitu berantakan pada ruangnya, ditambah banyaknya ASIC yang rusak. Akan tetapi, seperti yang Jin Xin katakan sebagai pengelola pertambangan disana, setidaknya penambangan Bitcoin menguasai 3% dari total keseluruhan jaringan Bitcoin, Oktober lalu.
Memang, bagi orang asing yang ingin berkunjung kesana. Mereka tidak akan memperoleh jawaban rinci tentang, “Siapa yang mensuplai (dana) kepada mereka atau bagaimana operasi ASIC miner yang dilakukan disana.”
Bicara soal keamanan alat pertambangan, yang temperaturnya sendiri melebihi 100 derajat pada musim panas, mereka membuat kipas pendingin kelas industri untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.
Untuk biaya listriknya sendiri, yang mana harus menggerakan 3.000 kustom ASIC miners, mereka setidaknya mengeluarkan 1 Milyar per bulannya. Waw ! :mrgreen:
Hal ini wajar karena untuk penambangannya sendiri dilakukan 24 jam setiap harinya dan juga mempunyai kekuatan komputasi 8 PetaHash/detiknya per 6 kelompok pertambangan.
Saya percaya bahwa Bitcoin akan menjadi mata uang masa depan. Memang, ini tidak mungkin menggantikan sistem keuangan saat ini, namun sistem keuangan sedang menuju ke arah itu. Saat ini, pemerintah China tidak mendukung atau menentangnya. Selama pasar Bitcoin beroperasi dengan aman dan legal, saya berpikir bahwa pemerintah China akan datang untuk mendukung Bitcoin di masa depan.
Well,
Bagi saya pribadi (saat ini). Sebetulnya lebih suka melakukan transaksi menggunakan kartu debit di tempat-tempat tertentu. Ketimbang saya harus membayar menggunakan uang kertas atau logam dari dompet saya sendiri.
Alasannya jelas. Instan. Tidak ada kembalian juga.
Lain halnya jika Bitcoin secara kompak digunakan secara bersama-sama, diakui, dan mendapat perlindungan hukum.
Tentu, saya akan senang akan hal itu dan tentunya, segera beralih pastinya.

By, DEDY APRIANSYAH KESUMA

Suport
BITCOIN INDONESIA

Minggu, 15 Februari 2015

info terbaru

Daripada kebanyakan bookmarks faucet, nih ada faucet rotator atau apalah namanya jadi tinggal save 1 link dah nyambung ke banyak faucet (btc, doge, ltc) . Cara makenya tinggal register pake wallet id (gratis), klik ready, terus visit next site.
Link ---> KLIK DISINI

Jumat, 13 Februari 2015

SEMAKIN BESAR UNTUK MENAMBAH SALDO BITCOIN (MINING YANG REAL)
DAN SAMPAI SEKARANG TETAP DIBAYAR DAN TIDAK PAKE LAMA.
TAMBANG BITCOIN DITINGKATKAN KELEVEL YANG LEBIH LAGI.....
LUAR BIASA. LEVEL 2 PENGHASILAN BISA MENCAPAI 0.150 BTC selama 19 hari.....

LEVEL 3 BISA MENGHASILKAN 0.330 BTC selama 18 hari
LEVEL 4 BISA MENGHASILKAN 0.865 BTC selama 18 hari
LEVEL 5 BISA MENGHASILKAN 3.58 BTC selama 18 hari
LEVEL 6 BISA MENHASILKAN 19.960 BTC selama 18 hari
LEVEL 7 BISA MENGHASILKAN 114 BTC selama 18 hari
LEVEL 8 BISA MENGHASILKAN 554, 32 BTC selama 18 hari
SEKARANG 1 BTC = Rp. 2.800.000, ($221.00)..........
Bagaimana
yang belum gabung silakan Join :
Catatan :
1. daftar di BITCOIN INDONESIA http;//vip.bitcoin.co.id/ref/dedyap
2. pilih Bitcoin Indonesia (untuk mendapatkan kode walet kita klik DEPOSIT Bitcoin) ambil kodenya.
3. Daftar di http://www.btc-flow.com/r/c623d0f970
masukan kode BITCOIN KITA. di http;//vip.bitcoin.co.id/ref/dedyap
selamat mencoba,
DEDY APRIANSYAH
Foto Dedy Apriansyah.

Rabu, 11 Februari 2015

Senin, 09 Februari 2015

TREN BITCOIN TETAP MENINGKAT.

Merdeka.com - Bitcoin mengklaim mata uang virtual yang mereka kelola tetap diminati oleh masyarakat Indonesia. Nominal transaksi per hari memang masih kecil, tapi dalam tren meningkat.
"Penggunaan Bitcoin di Indonesia cuma 0,05 persen dari transaksi di dunia. Indonesia kisarannya baru USD 30.000 sampai USD 50.000 per hari," kata CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan di Jakarta, Selasa (9/9).
Di Asia dan Eropa Timur, China jadi pengguna Bitcoin terbesar. Transaksi uang virtual itu di Negeri Tirai Bambu mencapai USD 2 juta per hari. Berikutnya pengguna paling aktif adalah warga Rusia, dengan transaksi USD 1 juta saban 24 jam.
Bitcoin sempat menghebohkan publik Indonesia sejak awal tahun ini. Pemerintah dan Bank Indonesia kompak mencap negatif alat tukar yang dihasilkan dari penyelesaian algoritma di Internet tersebut.
Gubernur BI Agus Martowardojo menyatakan Bitcoin tidak sah digunakan sebagai alat tukar. Bank sentral bahkan meminta masyarakat hati-hati kalau ditawari buat melakukan transaksi menggunakan Bitcoin.
"Statement kita, Bitcoin bukan alat pembayaran yang sah di Indonesia," kata Agus Maret lalu.
Oscar mengaku Bitcoin serius menggarap pasar Indonesia. Mereka membangun kantor pusat di Kuta, Bali. Di Pulau Dewata, transaksi menggunakan alat tukar virtual ini sangat tinggi.
Kantor itu bukan untuk menjual Bitcoin, melainkan pusat informasi bagi calon nasabah yang ingin mendapatkan atau berinvestasi dengan mata uang virtual tersebut.
Selain itu, penukaran dari Rupiah ke Bitcoin juga tetap marak. Dalam kurs yang ditetapkan manajemen internasional, 1 Bitcoin setara Rp 5,6 juta.
"Paling banyak online itu di Bali. Di Indonesia fokusnya tapi masih dari Bitcoin ke uang tunai atau sebaliknya," kata Oscar.

MY GRUP,
DEDY APRIANSYAH KESUMA

KLIK DISINI

INFO TERKINI MENGENAI BITCOIN....

Merdeka.com - Manajemen pengelola bursa Bitcoin di Indonesia sudah mendatangkan satu unit ATM khusus di Kuta, Bali. ATM ini tidak melayani penarikan tunai atau transfer, melainkan memfasilitas pembelian barang berdasar simpanan Bitcoin yang dimiliki nasabah.
Bitcoin Indonesia mengklaim masyarakat akan diuntungkan dengan beroperasinya mesin itu. Cuma, sampai sekarang mesin itu belum dioperasikan lantaran takut tersangkut hukum.
"Yang kita bawa ke Indonesia bitcoin vending mesin. Ini belum dioperasikan. Kita tunggu BI karena beda pemahaman. Jadi bukan ATM, ini menurut kami bisa membantu masyarat yang tidak punya akses ke bank," kata CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan di Jakarta, Selasa (9/9).
Supaya ATM khusus Bitcoin beroperasi, bahkan bertambah di kota lain, Oscar menilai perlu ada izin BI dan OJK. Selain masalah dengan regulator, tantangan buat mengoperasikan mesin ini adalah persepsi masyarakat bahwa ATM hanya untuk mengambil uang atau bertransaksi pindah rekening.
"Di kita ATM itu kan mesin uang, kalau di luar negeri ATM beda. Bisa berfungsi sebagai mesin pembelian barang," ungkapnya.
Di Indonesia, transaksi Bitcoin cukup aktif walaupun secara nominal tidak besar. Per hari ada penukaran Rupiah ke Bitcoin di kisaran USD 30.000 hingga USD 50.000. Perdagangan di dunia maya menetapkan kurs 1 Bitcoin setara Rp 5,6 juta.
Dari catatan Oscar, transaksi Bitcoin di Tanah Air kebanyakan masih jual-beli Bitcoin itu sendiri, bukan penukaran ke barang lain.
Supaya transaksi Bitcoin untuk membeli barang lebih masif, lagi-lagi Oscar berharap ada dukungan pemerintah. Sebab, alat tukar virtual ini tidak diniatkan menyaingi Rupiah, tapi lebih menyerupai prinsip logam mulia.
"Dari regulator harus jelas, Bitcoin itu apa, barang atau mata uang. Kalau di Singapura dianggap barang," kata Oscar.

Bitcoin klaim tetap diminati masyarakat Indonesia

SALAM BITCOINERS'S INDONESIA


Sebagai seorang Bitcoiner, kalimat seperti apa yang biasa Anda temui ketika berbicara dengan seseorang yang belum mengerti tentang Bitcoin?
 “Memangnya Bitcoin legal ya hukumnya?”
“Karena sifatnya anonim, Bitcoin mudah dijadikan alat kejahatan seperti untuk money laundering atau transaksi barang-barang illegal!”
“Bagaimana Bitcoin bisa menjadi mata uang dunia bila harganya selalu berubah-ubah?”
Mungkin ketiga pertanyaan di atas merupakan contoh kalimat yang umumnya dilontarkan oleh masyarakat yang belum mengenal konsep mata uang digital. Tidak dapat dipungkiri bahwa berita buruk mengenai Bitcoin memang terus-terusan berdatangan. Kasus bangkrutnya MtGox yang merugikan jutaan pengguna Bitcoin di dunia hingga hari ini masih belum jelas kabarnya. Penggunaan Bitcoin di situs gelap SilkRoad juga membuat Bitcoin tenar dalam bidang negatif. Belum lagi ditambah kasus Bitstamp yang baru-baru ini sempat tutup karena kehilangan 19.000 Bitcoin yang menyebabkan harga Bitcoin di seluruh dunia anjlok ke angka dua juta. Semua berita ini membuat masyarakat dunia mengakui keberadaan Bitcoin namun sebagai sebuah hal yang negatif dan terkesan ‘jahat’.



Jika Anda seorang Bitcoiner, Anda pasti paham betul tentang seberapa besarnya potensi yang ada dibalik Bitcoin untuk membantu pihak-pihak yang selama ini dirugikan oleh proses pengiriman uang yang menggunakan pihak ketiga. Sekarang, warga-warga di Afrika yang terkena wabah Ebola dapat tertolong dengan donasi yang diberikan oleh Bitcoin user yang tersebar di seluruh dunia. Greenpeace, American Red Cross, bahkan Wikileaks yang ditentang pemerintah pun bisa tetap menjalankan programnya berkat donasi Bitcoin dari masyarakat global yang menuntut adanya kebebasan dalam berbicara. Proses remittance di Filipina, contohnya, telah berhasil membantu orang-orang Filipina yang bekerja di Hong Kong untuk mengirim uang ke negara asalnya tanpa harus membayar biaya transaksi yang tinggi berkat Bitcoin. Namun, mengapa berita-berita ini cepat sekali tenggelam dan terlupakan atau bahkan tidak dianggap oleh publik?
Penelitian dari para ahli psikologis di dunia mengatakan bahwa seseorang pada dasarnya memang cenderung lebih cepat merespon berita negatif daripada berita positif. Ada juga pendapat bahwa kita cenderung lebih tertarik pada berita-berita buruk karena secara tidak sadar, kita selalu menganggap dunia itu lebih indah daripada yang sedang kita jalani. Hasilnya, ketika kita mendengar kabar buruk, berita tersebut akan kita ingat karena berlawanan dengan apa yang kita yakini. Kita juga lebih mengingat berita buruk karena sebagai manusia, kita sudah terlatih untuk melindungi diri kita dari berbagai ancaman. Keadaan tersebutlah yang membuat kita selalu ‘mencari’ berita buruk dan melawan hal baru yang menurut kita berbahaya.
Kini, Bitcoin terkesan terus dilanda ‘musibah’ yang tentunya mengurangi rasa kepercayaan orang dengan Bitcoin. Padahal jika dilihat dari kacamata yang berbeda, masalah yang melanda Bitcoin seperti kasus money laundering atau penjualan narkoba, sebenarnya juga terjadi kepada fiat money yang dikeluarkan pemerintah. Jika Anda memang seorang Bitcoin user, dan Anda sudah paham betul dengan apa yang bisa dilakukan Bitcoin bukan hanya dari segi buruknya saja, maka Anda tidak akan melepas Bitcoin hanya karena dipengaruhi oleh berita-berita seperti ini.
Dan ingat, selama kita percaya dengan Bitcoin, Bitcoin akan terus berharga.


Opini dari Suasti Atmastuti Astaman
Business Development Manager of Bitcoin Indonesia

my grup,
DEDY APRIANSYAH KESUMA
JOIN MY GRUP KLIK DISINI

Flag Counter